Rabu, 18 April 2012

Sempat Takut


Aku terlahir sebagai manusia
manusia memiliki sifat takut
ketakutanku hanya pada takut itu sendiri
ketakutan mengajarkanku untuk takut

sisi lain Tuhan memberi keberanian
keberanian untuk berbuat
keberanian untuk bertanggungjawab
keberanian untuk melawan rasa takut

ketakutan ku sisakan hanya satu
satu untuk satu
satu ketakutan untuk Tuhan
tidak ada alasan untuk takut selain itu

keberanian mengajariku untuk selalu berani
keberanian tak menyediakan ruang untuk takut
keberanian selalu mengajak ke depan
keberanian menentang masa lalu yang membelenggu

ketakutan selalu membelenggu keberanian
keberanian selalu melawan ketakutan
ketakutan selalu bernegosiasi dengan keberanian
keberanian tidak kompromi dengan ketakutan

keberanian adalah kekuatanku
ketakutan adalah kelemahanku
ketakutan meruntuhkan kekuatanku
kelemahan membelenggu keberanianku

yang harus ku lakukan adalah
takut akan kelemahanku
berani bersama kekuatanku
merebut mimpi bersama keberanian

Rip Rifandi
Yogyakarta, 18 April 2012

Masa Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin



Tahun 2003 merupakan tahun dimana aku memulai duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadiin Semukut. lalu aku mengakhiri sekolah di MA pada tahun 2006. kemauan untuk melanjutkan kuliah sempat terhenti, karena mengingat kondisi keluarga yang tidak memungkinkan, lalu aku memutuskan untuk bekerja. bekerja jadi montir adalah satu-satunya pilihan saat ini, walaupun aku sama sekali tidak memiliki pengetahuan yang baik mengenai motor. tamatan MA jurusan IPS langsung kerja jadi montir. itu keanehan yang sangat lucu.

Sedikit banyak aku telah membuat sejarah dalam hidupku, yaitu bisa lulus dengan baik dari MA serta mendapatkan pelajaran yang sangat bernilai untuk hidupku. belajar dari keterbatasan saat itu merupakan sebuah anugrah yang sangat luar biasa.

masa-masa di MA sangat menyenangkan, seperti dalam lagu "masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah",. mungkin itulah gambaran psikologi tiap siswa yang menikmati sebagai siswa. tidak bisa dipungkiri, masa siswa adalah masa labil, dimana keinginan yang menggebu-gebu untuk tau segala hal dalam hidup dan mencoba hal-hal baru dalam hidup.

maaf, lagi gak konsen. pesan dalam tulisan ini tidak tersampaikan dengan sempurna..

Selasa, 17 April 2012

Rekonstruksi Filsafat Akuntansi,Sebuah Revolusi Paradigma

dari blog tetangga: http://telagaalkautsar.multiply.com/journal/item/137


Model manusia muslim bermuara pada referensi apa yang menjadi kepatuhan logikanya.Dengan nalar logika ia mampu mengisi ruangan kosong yang merindukan keadilan. Dengan menentukan mana yang haq dan mana yang bathil. Kalau tidak demikian, berarti there’s something right had loss from muslim mind. Walaupun dengan seribu kali lipat argumentasi yang pada dasarnya sudah sangat akut dan rapuh. Pembuktian logika juga mengikuti konsensus atas standar yang disepakati sehingga jika dalam pelaporan ada yang disclaimer atau tidak wajar dapat denganm mudah dideteksi dan dikoreksi. Tapi sayangnya terlalu banyak mereka yang silau dengan manipulasi angka di atas kertas untuk menggambarkan kepentingan pemilik modal adalah hal pertama yang harus diselamatkan dan disejahterakan. Krisis perbankan bulan-bulan ini juga berkutat pada pelitnya bank menurunkan suku bunga agar deposan yang memiliki dana investasi di atas 50 % tetap memberikan loyalitas bagi bank. Walaupun baru hari ini seperti yang dilansir dan menjadi headline utamanya oleh harian Kontan, sekitar 14 bank sepakat untuk menurunkan suku bunga. Dan itu pun hanya 1% dari keseluruhan total suku bunga yang telah ditetapkan oleh bank bagi investasi deposan. Dan sayangnya juga terlalu banyak dengan strategi manipulasi angka di atas kertas yang menyebabkan orang di luar menilai kalau Akuntansi tidak lebih dari :jurnal buku besar, penyesuaian, ayat pembalik, posting,neraca, arus kas masuk dan arus kas keluar. Sekali lagi, hanya sebatas itu.

Padahal kalau kita pahami, Ilmu Akuntansi modern tidak lagi atau telah kehilangan pembenaran “bebas nilai”nya. Karena, kalau menurut Pak Iwan Triyuwono, ideology mencerminkan legitimasi intelektual dari dominasi social dengan pelbagai penyimpangan mental. Yang lain hanya memandang ideology sebelah mata sebagai elan vital politik. Tapi cukup mendeklarasikan diri kalau Akuntansi mainstream bebas nilai saat itu juga telah membentuk realitas dengan cara mendoktrinkan sejumlah pandangan humanitas tertentu.

Namun, ada juga yang memandang ekstrim, Akutansi mainstream dipandang sebagai perwujudan spirit kapitalisme dari sistem pencatatan double entries. Begitulah pandangan Vernoon Kam mengkritisi sejarah Akuntansi yang menurutnya sarat dengan jejak kapitalisme. Padahal Al Mazindarani,Ibnu Khaldun, dan An Nuwairy pun menggunakan double entries yang secara salah kaprah “diklaim” oleh Lucas Pacioli pada beberapa tahun setelahnya.

Krisis filsafat akuntansi juga merebak pada tataran akademis dan profesi. Di pelbagai kampus dan universitas hingga SMA dan SMK, Edukasi Akuntansi tak ubahnya mendidik para mahasiswa dan pelajar sebagai “clerek” atau tukang catat angka antara jurnal dan historical balancing. Padahal reformasi sudah sekkian lama sejarahnya berlalu. Debat ideologis serasa pudar. Dan globalisasi menyapu ke semua lini hingga software Akuntansi untuk SME (Small Medium Enterprise) pun sudah mulai beredar lalau bagaimana halnya lagi dengan Akuntansi untuk Corporate dan Publik ? Berbekal pemahaman dasar AKuntansi yang melekat, software Akuntansi ibarat resto cepat saji dan GPL. Ahmed Riahi Belkoui, salah seorang akademisi Akuntansi Islam, mencatat dalam bukunya “Accounting Theory “ di tingkat kampus dan universitas seorang akademisi akuntansi dihargai sebagai penyusup ( Belkoui:2000) dan oleh Belkoui sendiri, Akuntan tercatat hanya dipandang menjadi sekedar seorang teknisi dari fungsionaris terpisah dari isu-isu social dan technologies dari profesi mereka (Belkaoiu:2001) atas sebab itu jua profesi akuntan telah terjebak dalam zona nyaman dan lebih memilih berada di bawah kendali manajemen heteronomous serta mengakibatkan hilangnya makna sang Akuntan.

Era baru reformasi akuntansi pernah datang, mereka menyebutnya sebagai kelas universal dan menmgklaim mereka datang tidak hanya dengan kompetensi keilmuan seperti wajah mereka yang lalu seiring dengan matinya wajah asli kapitalisme tapi juga sebagai intelektual kemanusiaan. Namun kalangan ini kembali dikritik oleh Ahmed Riahi Belkaoui sebagai kelas universal yang cacat. Cacat karena pada esensinya hanya merepresentasikan kepentingan mempercepat dan memperluas kekuasaan pemilik modal. Senada dengan Belkaoui, begitu juga dengan Gouldner (1978) kelas baru menggunakan reproduksi budaya untuk memelihara kepentingan kekuasaannya hanya sebagai reproduksi ekonomi yang melayani segelintir penguasa pasar. Krisis yang melanda filsafat akuntansi kontemporer hampir sama halnya dengan krisis epistomologi Ilmu Ekonomi. Sebagai disiplin ilmu yang lebih ke arah sains dan “ikutan”, Akuntansi juga melenyapkan segala asset dan kewajiban non moneter. Perhatian kita hanya tertuju pada pengurangan cost untuk maksimalisasi profit yang dapat digunakans ecara rasional oleh shareholder dan stockholder. Namun tak pernah mampu menjelaskan makna di balik persamaan dasar akuntansi: Asset-kewajiban =Ekuitas.

Padahalsekali lagi, Akuntansi memiliki peranan ampuh dalam membentuk realitas dengan cara mendiktekan suatu pandangan humanitas tertentu. (Triyuwono:2002) Selain itu kalau dalam Islam, Akuntansi disebut sebagai muhasaba oleh Hussen Syahattah makan dalam akuntansi mainstream yang notabene rule based lebih menitikberatkan kepada penyediaan laporan financial bagi investor atau creditor yang berpotensial dan penggunaan lainnya dalam membuat investasi berkeputusan rasional dan keputusan penting lainnya (Kieso,Weygandt:2007 )

Ya,. Itulah realitas akuntansi modern memposisikan pembaca laporan keuangan sebagai pihak yang rasional. Basis rasionalitas inilah yang mengundang ambiguitas sendiri dalam menentukan kadar “benar” atau “salah” . Sebagaimana kritik fundamental pada ilmu ekonomi yang lebih sibuk mengedepankan utilitas sebagai acuan rasional(Chapra:2000) kemudian pada dasarnya memberikan kesempatan luks yang sebenarnya tak perlu pada pembeli kelas kakap ataupun CEO Perusahaan Multinasional yang juga banyak mendapatkan kredit secara mudah maka akuntansi dengan asumsi bebas nilai lebih akt dan Arrington serta francis seperti yang dikutip oleh Triyuwono (2002) “with survival at the stake, Only market leadership ,strong, profit, and high price can be allowed to matter”

Reformasi Islam : sebuah proyek Islamisasi Sains

Di telaah dari arah arus pemikitan ekonomi islam yang secara umum terbagi tiga besar: Mazhab Iqtishoduna dengan icon Sayyid Baqir Shadar, Ekonomi Islam mainstream yang banyak lahir di Pakistan dan Indonesia. Serta pemikiran Islam yang lebih bersifat otokritik ang diwakili oleh Jomo KS dari Malaysia. Maka penyikapan arus Akuntansi Islam juga bisa saja berbeda. Tapi hanya satu ikatan kuat yang saling mengecangkan satu sama lain dalam memandang peradaban barat yaitu Tauhid.

Sebagaimana seperti dalam pemikran ekonomi Islam mainstream, bermula melihat masih adanya celah idealism di tengah-tengah realitas social ekonomi yang notabene didominasi oleh semangat kapitalisme, celah idealism dari balik pendirian institusi keuangan Islam dan Perbankan seperti Bank Muamalat di Indonesia pada tahun 90an, Bank Mit Ghamar di Mesir, dan Bank Islam Malaysia Berhad pada tahun 50an lebih lama. Hingga di awal tahun 2010 nanti, diestimasikan dua Bank Umum Syariah akan segera hadir meramaikan persaingan industry perbankan syariah di Indonesia.

Sayyid Muhammad Baqir Shadr menganalisa, anggapan ekonomi islam sebenarnya berpihak pada ekonomi konvensional hanya ada dalam tataran praktik seperti praktik perdagangan bebas di awal masa Nabi SAW akan semakin hilang “nuansa” konvensionalnya kalau sudah dalam tataran non akademik. Nah disinilah ruangan mencari solusi reformasi dalam pandangan hidup Islam terhadap permasalahan yang mendera keuangan dan perbankan konvensional. Dan cara pemecahan masalah yang banyak digunakan sepanjang periode ijtihad oleh para ulama ushul fiqh pun pandangan jumhur ulama terlihat lebih realistis.Tanpa bermaksud mengeyampingkan pandangan fuqaha lainnya. Dan realistis tanpa juga menghilangkan sisi idealitasnya.

Krisis filsafat akuntansi yang berujung pada praktik-praktik akuntan yang kerap keluar dari norma-norma hokum seperti fraud yang terakhir dilakukan oleh Bernard madoff sebesar $50.000.000.00,00. Di Indoensia oleh Sekuritas Sarijaya dan Antaboga yang sama-sama mengakibatkan korban nasabah melakukan bunuh diri. Sejatinya bermula dari ambiguitas nilai-nilai keilmuan dan filter moral yang seharusnya menjadi perisai akhlak bagi tiap individu muslim malah seakan tidak berarti. Padahal Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI yang banyak disebut-sebut sebagai agen IMF atau Neolib, menmgakui kalau seorang muslim yang taat dan sungguh-sungguh walaupun hidup di kutub utara tak sedikit pun tergerak jiwanya untuk memupuk keuntungan bagi dirinya sendiri dengan cara yang curang ( Ardiansyah: 2009)

Islam dan Peran Filter

Fakta di dunia Muslim, kejatuhan kekuasaan politik bisnis,dagang, dan kebudayaan Islam lebih didominasi guncangan eksternal seperti guncangan bertubi-tubi perang salib dan lemahnya moralitas penguasa Islam yang telah terjbak dalam zona nyaman. Hilangnya perdagangan Internasional dan kapitulasi kekuatan barat juga tercatat sebaga pengurang kekuasaan poltik Islam. Di Indonesia, Sejarawan muslim, Ahmad Mansyur Suryanegara menulis dalam buku terbarunya yang dirilis di tahun 2009 kalau pasar Islam di sepanjang pantai pesisir jawa dan sumatera adalah basis kekauasaan politik Islam(Suryanegara:2009) Sebaliknya ketika ada perlawanan dari dalam hutan sumatera akan mudah bagi colonial Belanda melakukan pemadaman perlawanan seperti terlihat dalam perlawanan Radin Intend an perlawanan Imba Koesoema (Suryanegara:2009) Namun, di masa pra kemerdekaan Indonesia, kebangkitan kesadaran akan persatuan kemerdekaan justru bermula dari pasar. Sebutlah gerakan Serikat Dagang Islam yang cenderung terbuka dan multietnis. Selain sejumlah factor tadi, ada variables lain yang dicatat juga oleh Ahmad Y Hassan, yaitu Faktor Lingkungan dan alam. Bencana alam yang puncaknya sangat mematikan dan menurnkan populasi ummat islam secara massif pada tahun 1341,1348,1349 H dengan sebutan sebagai Black Death yang menyebar di seluruh dunia muslim. Kolonisasi dan intervensi militer yang puncaknya adalah lenyapnya khilafah islamiyah tahun 1924 oleh Mustafa Kemal Pasha.

Oleh karena itu, mundurnya kaum muslim lebih banyaknya bermukla tekanan dari luar dan dari ambrolnya mekanisme akhlak yang telah menjangkiti penguasa muslim di dekade akhir kekhilafahan. Borosnya penggunaannya sumber daya alam uintuk obsesi proyek-proyek mercusuar di masa Sultan Sulaiman Al Qanuni dan setelahnya juga patut dicatat sebagai implikasi mulai menurunnya kolektifitas akhlak penguasa muslim kala itu(Chapra:2000). Bahkan sesungguhnya, secara sadat atau tidak sadar sekularisasi sudah berlangsung kala seorang muslim melepaskan tata pola hidupnya dari syariah islam. Karena pada saat itu jua hamper lenyap sama sekali batasan yang tegas tentang akhlak dan etika. Apalagi dengan sitem etikanya mengambil dari definisi ilmuwan barat tentang moralitasyang sejatinya sudah seharusnya tidak relevan.

Karena bagi peradaban Barat,moralitas pun bisa direlatifkan(Somali:2009) hatta, dari jauh-jauh hari Durkheim,salah seorang filosof barat, juga sangat meyakini kalau moralitas harus empiris. Karena,bagi Durkheim, moralitas lebih sebagai fakta sosial daripada sekedar nilai-nilai. Dengan kata lain, moralitas harus berdasarkan apa yang paling banyak dibuat masyarakat sekalipun dari segi agama hukumnya haram namun selama masih banyak masyarakat yang permissive maka saat itu juga menjadi prinsip yang harus dihormati lebih dari agama.

PSAK Syariah dan PSAK ETAP

Rekonstruksi AKuntansi Keuangan Indonesia pada hari ini adalah seluas mata memandang dan sejauh telinga mendengar.Transaksi murabahah dikenai pajak ganda saja sudah mengundang pelbagai perdebatan antara stakeholder Ekonomi Syariah yang geram dan gemas dan Direktorat Jenderal Pajak yang tak jua kunjung paham. Karena measuring,recording, dan disclosing tiap transaksi secara syariah sedemikian unik dan terlihat “aneh” sehingga terasa sangat perlu dibuat Pernyataan Standar AKuntansi Keuangan sendiri yang mencakup segala bentuk,karakter,jenis transaksi, yang sesuai nilai-nilai syariah dengan di dukung oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional dan merujuk juga pada Lembaga Akuntansi Syariah Internasional atau AAOIFI yang berada di Bahrain membuat “peralatan tempur” Ekonomi Syariah perlahan merangsek maju.

Namun menjelang masuknya IFRS yang diperkirakan akan diadopsi secara penuh,Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan juga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntanbilitas Publik. Yang sengaja dialokasikan untuk sektor UMKM. Selama ini UMKM terlihat kesulitan mendapatkan pembiayaan dari Perbankan Syariah yang sudah sangat serius menggarap sektor UMKM dan Pertanian karena ketiadaan tools pendudkung pembiayaan syariah tersebut. Yaitu Akuntansi untuk SME /Small Medim Enterprise. Dengan format yang lebih simple dan mudah, diharapkan ke depanya SAK ETAP ini dapat juga digunakan di BMT atau di BPRS serta usaha microfinance lainnya. Yang menarik dari hal disebut terakhir, menurut penelitian Dr Mohammad Obaidullah dari IRTI IDB, usaha keuangan mikro di Indonesia terlihat lebih mapan dan membumidi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain yang telah menerapkan konsep serupa dengan microfinance tersebut. Walaupun menurut Direktur Teknis IAI, Ersa Tri Wahyuni SE M.Acc CPMA, Indonesia dalam hal penerapan SAK ETAP didahului oleh Afrika Selatan yang telah terlebih dahulu mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi untuk usaha di sektor menengah ke bawah.

Melihat dengan diakomodasinya dua standar Akuntansi Keuangan yang memainkan peranan signifikan dalam percaturan perekonomian Indonesia menunjukkan tekad dan niat bulat dari IAI untuk turut serta mengembangkan Ekonomi Syariah di bumi persada ini.Bahkan PSAK Syariah diakui di luar negeri kalau PSAK Syariah mempunyai nilai-nilai Islam yang sagat ketat dan kuat.

Ala Kulli Hal, Akuntansi Islam pada hari-hari ini adalah seluas bola mata memandang dan telinga mendengar.Kejatuhan Akuntansi Kapitalis dari sisi Ideologis dan faktanya, adalah dua mata pedang bagi Akuntansi Islam. Satu sisi, bisa dan selalu menambah yakin kerapuhan pemikiran sekuler yang dalam praktik akuntansi kapitalis sarat degan pemujaan pemegang modal. Namun satu sisi yang lain Akuntansi Islam memasuki sisi yang pragmatis tanpa ada perubahan signifikan sementara pakar akuntansi dunia dan ekonom sudah mengakui akal-akalannya Akuntansi (Joseph Stighlitz:Dekade Keserakahan dan Kehancuran ). Dengan sudut pandang seperti ini, seorang akuntan semakin prudent atau bahkan kalau perrlu setiap membaca neraca keuangan saat itu juga ingat neraka !!!!

Resolusi


Pertama kali aku datang ke jogja, tujuan aku belajar samapai ke perguruan tinggi adalah untuk ikut berpartisipasi membangun daerahku, bahkan tidak ada sama sekali terbesit niat untuk bekerja di jogja apa lagi sampai tinggal di jogja.

ada teman yang menanyakan tujuanku kuliah sangat terkesan dengan tujuanku yang awal, dan sekarang ia benar2 menjalaninya, setelah selesai kuliah, dia langsung kembali ke daerah asalnya dan berpartisipasi membangun daerahnya.

waktu demi waktu memberikan tantangan yang lain, aku sedikit memalingkan arah tujuan utamaku. aku harus cari pengalaman sebanyak-banyaknya di jogja supaya aku lebih siap untuk berpartisipasi membangun daerahku.

setelah wisuda, aku masih punya mimpi yang lain, aku ahrus upayakan mendapatkan pekerjaan di jogja sambil melanjutkan studi hingga strata dua, S2. bukan aku melupakan tujuan awalku datang ke jogja, namun perputaran waktu mengharuskan aku untuk bisa berkontribusi lebih besar, karena tantangan zaman semakin besar.

realitanya, untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus di jogja bukanlah pekerjaan yang mudah, karena saingan begitu banyak dan seleksi yang sangat ketat. sedikit demi sedikit pikiran psimis menghantuiku. "sudahlah, kembali ke tujuan awalmu saja, S2 bisa kamu lanjutkan di pekanbaru yang lebih dekat dengan daerahmu", begitulah suara pesimis yang mencoba merayuku.

sekarang aku membuat dead line untuk diriku sendiri, maksimal bulan depan, bila tidak dapat pekerjaan bagus di jogja, aku harus pulang ke my hometown, menjalankan niatan awal dalam proses pendidikanku selama di jogja.

dalam peroses pencarian kerja di jogja selalu ku upayakan atas kerja kerasku dan selalu berharap yang terbaik dari Allah YME.

tuhan, aku belajar untuk tidak mengeluh atas problematika yang ku jalani ini kepadamu, tapi akan akukatakan kepada problematikaku bahwa aku punya-Mu Tuhan yang punya solusi atas segala problematika ini.......wallahu'alam

Senin, 16 April 2012

Living, learning, leaving

dari Blog tetangga:

By:

http://opinion.inquirer.net/26959/living-learning-leaving


Sunflowers now line University Avenue. The calendar is just too fast in flipping its pages. Less than a week from now, I will don a sablay, march onstage, and receive my diploma.

The four years of toil in my degree program have not been easy. Aside from the intellectual challenges, I also encountered financial and personal problems. Financial, because tuition at the University of the Philippines is just too much for my family’s meager budget, and I had to go on scholarship to sustain my studies. Personal, because I was actually culture-shocked when I entered UP and had to move away from my comfort zone.

My experiences were humbling but worthwhile. I graduated valedictorian in high school, but I soon found out that in UP, many others are like me. I cannot brag that I am smarter than anyone else, for there will always be someone more intelligent. When I realized that, I avoided any competition with any colleague and began focusing on my own path.

UP taught me to value people and the things I learn from them. The organizations that I joined helped me in dealing with fellow scholars (and even those outside the campus). The skills I learned in high school were honed in institutions like Sinag. Learning was not limited to the classroom: It included something as practical as knowing where to buy the cheapest “sulit” meal possible for a dorm resident like me. And enthusiastic discussions with others on various subjects helped me to think critically.

As a microcosm of Philippine society, UP made me realize the problems our country is facing. The growing apathy among the youth, the state abandonment of our right to education, the security issues on campus, the dismal condition of our facilities, and many more—these problems are expected to be, if not solved, at least alleviated by UP graduates. I am a member of the Iskolar ng Bayan, thus reinforcing my sense of nationalism. I am needed by the motherland to help find solutions to perennial problems.

I am so proud to have lived and learned from the UP student life. I am very thankful that the university shaped me into who I am now. Equipped with its brand of education, I hope that I will be ready to face the challenges of the real world.

As the sunflowers bloom to their full size, I grapple with mixed emotions as I prepare to leave UP. I am joyful that I met all those people I treasure most; I am anxious that I have to move on and start things anew. Nevertheless, I will be looking back with pride and nostalgia. Graduation is never an end; it’s the beginning of something great.

Roldan P. Pineda, 21, is a political science student at the University of the Philippines-Diliman.

Mimpi

bagi manusia normal, mimpi atau cita-cita merupakan keharusan. yakinlah, kalau org tidak punya mimpi pasti hidupnya bermasalah...

waktu dekat mimpiku adalah, aku harus S2... harus itu..
banyak caranya, usaha tetap harus dilakukan, tuhan yang punya otoritas mengenai HASIL..

ini ada info

988 Universitas dan Kolese

visit it:::

http://www.hotcourses.co.id/study/training-degrees/international/postgraduate/accounting-courses/slevel/3/cgory/d1-3/sin/ct/programs.html

here without you



By: 3 DOORS DOWN

A hundred days have made me older
Since the last time that I saw your pretty face
A thousand lies have made me colder
And I don't think I can look at this the same
But all the miles that separate
Disappear now when I'm dreaming of your face

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind
I think about you baby
And I dream about you all the time

I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight it's only you and me, yeah

The miles just keep rollin'
As the people leave their way to say hello
I've heard this life is overrated
But I hope that it gets better as we go, oh yeah yeah

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind
I think about you baby
And I dream about you all the time

I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight girl it's only you and me

Everything I know and anywhere I go
It gets hard but it won't take away my love
And when the last one falls, when it's all said and done
It gets hard but it won't take away my love, whoa

I'm here without you baby
But you're still on my lonely mind
I think about you baby
And I dream about you all the time

I'm here without you baby
But you're still with me in my dreams
And tonight girl it's only you and me, yeah oh yeah oh

Galeri Pribadi

Galeri Pribadi
Moment Wisuda