MENUNGGU JADINYA SKRIPSI
Sembari menanti kuesionerku diisi oleh auditor pemerintah, yang memaksaku untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya aku sendiri tidak menyukai, yaitu menunggu dan menunggu. “Mas, prosedurnya, minimal satu bulan baru kuesionernya bisa diambil, teman-teman anda juga begitu,” kata ibu yang menerima kedatangan saya dengan ramah. Aku sendiri tidak punya kekuatan untuk memaksa supaya lebih cepat, karena lagi-lagi itulah prosedurnya. Pada posisi membutuhkan, semua akan terasa ringan menjalankan, walau terkadang penuh dengan keluahan, tapi tetap mencoba untuk ikhlas.
Aku tidak begitu ingat tanggal berapa tepatnya aku menitipkan kuesioner itu, sehingga memaksaku untuk terus melakukan komfirmasi, Alhamdulillah jawabannya “belum mas, nanti kalau sudah, akan saya kabarkan”, jawab ibunya dengan ramah lewat sms. Komfoirmasi itu cukup melegakan bagi aku, tapi entah mengapa rasanya semacam informasi yang kosong dan tidak memiliki nilai sama sekali. Aku bukan pakar informasi yang punya kapasitas untuk menilai komfirmasi itu, aku hanya sekedar subyek yang terus mengharap agar kuesionerku cepat diisi dan bisa segera aku ambil lalu aku olah, dengan kata lain aku bisa segera menyelesaikan skripsiku, wisuda yang ditemani orang-orang tercinta, lalu pulang menemui keluargaku yang sudah ku tinggal lebih dari empat tahun.
Kerjaan menunggu sangat berkaitan dengan psikologis si penunggu itu, aku merasakan betul menunggu merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan dan belum jelas tampak hasilnya. Berhubung menunggu sangat rentan dengan kondisi psikologis, maka aku memilih untuk bersikap selayaknya tidak sedang menunggu. Kelonggaran waktu ini aku posisikan sebuah kenikmatan yang luar biasa, apalagi diisi dengan kegiatan yang penuh manfaat, salah satunya menuangkan beban di kepala ini lewat tulisan yang gak tau maunya aku apa.
Awalnya aku membayangkan begitu sibuknya pada saat mengerjakan skripsi, melihat senior dan teman-teman yang tidak bisa diganggu saat sedang mengerjakan skripsi. Sepertinya aku gak merasakan kesibukan semacam itu, semacam kesibukan aktivitas sehari-hari saja. Mungkin kesibukannya itu adalah kesibukan menunggu dan menunggu, mungkin saja salah, bisa juga benar. Teori relativitas yang memainkan peran ini.
Walau kerjaan menunggu yang tak memiliki syarat ini agak menjenuhkan, aku harus tetap optimis wisuda periode Februari 2012, yang artinya aku harus bisa menyelesaikan skripsi sebelum tanggal 5 november 2011 atau maksimalnya sebelum tanggal 5 desember 2011, namun tetap optimis insyaAllah bulan November 2011 aku sudah pendadaran(ujian skripsi). Gak mau lagi aku memperpanjang masa studiku ini, cukuplah Cuti satu smester yang menjadi awal dan akhir menghambat targetan waktu wisudaku. Awalnya aku menargetkan akan wisuda pada periode juni 2011, tidak perlu disesali apa pun yang sudah terjadi, yang terpenting adalah bagaimana aku lebih siap menghadapai berbagai kemungkinan hidup dimasa depan.
Oh ya, aku belum menceritakan tentang skripsiku. Begini, skripsiku berjudul “analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi kualitas Hasil Audit Di Lingkungan Pemerintah Daerah” studi empiris di provinsi D.I. Yogyakarta. Respondennya auditor yang ada di kantor BPK RI perwakilan provinsi D.I. Yogyakarta dan kantor BPKP RI perwakilan provinsi D.I. Yogyakarta. Alhamdulillah yang di BPK saudah kembali kuesionernya, sekarang menunggu hitungan hari kuesioner yang di BPKP akan aku terima, insyaAllah.
Semoga jerih payah perjalanan pengerjaan skripsi ini bernilai besar disisi Allah dan bermanfaat bagi manusia yang membutuhan. Ucapan ribuan terimakasih aku berikan kepada pihak BPK dan BPKP RI perwakilan provinsi D.I. yogyakarya yang telah berkontribusi besar dalam skripsiku ini.
Yogyakarta, kontrakan, 18 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar