dulunya aku hanya berfikir tentang keberhasilanku dalam menggali segala potensi yang aku miliki supaya berbagai prestasi bisa aku raih dan menjadi kebanggaan buat org2 terdekatku.
tetapi dalam perjalanan waktu keinginan yang memikirkan diri sendiri mulai luntur dan tidak begitu membekas dalam benak ini.
aku semakin berfikir..
kenapa semakin gak jelas begini?
apa kepercayaan diri ini telah hilang?
kenapa perjalanan waktu ini begitu cepat?
begitulah mungkin gambaran pertanyaan yang menghantui logika ini. namun ada sisi lain yang terus mendoringku untuk terus bertahan pada posisi ini. itu semua karena aku sedikitnya telah sadar bahwa aku hidup tidak sendiri, kalau aku hanya memikirkan perutku, maka kebahagiaan yang akan aku tetima akan hampa dan tidak bernilai terlalu penting.
tetapi masih ada pertannyaan lain..
bisakah aku membahagiakan orang lain sekaligus membahagiakan diriku juga?
ternyata pikiran apatis dan pragmatis masih bersemedi dikepala ini.. aku mulai sadar lagi. kalau aku terusan berfikir seperti ini, maka aku akan mencari kebahagiaan untuk diriku dengan memanfaatkan orang lain..
aku bertambah bingung..
apa yang harus aku lakukan dengan kehidupan ini?
sedikit demi sedikit kesadaran baru muncul lagi. ternya perjuangan atas nama kebahagiaan kolektif akan memberi dampak perubahan yang sanagt signifikan pada setiap individu.
aku sanagat bersyukur karena bisa berjuang bersama teman2..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar