Rabu, 11 November 2009

Filsafat Akuntansi dalam Kehidupan


Filsafat Akuntansi dalam Kehidupan

sebuah pengantar


Aku ingin mengajak kita semua belajar tentang kehidupan dari suatu bidang ilmu. Yang pada kesempatan ini aku akan memaparkan dari sudut pandang bidang ilmu Akuntansi. Seperti yang pernah aku pela­jari ada satu hal yang menjadi pusat perhatianku untuk dikaji dan di­aplikasikan disetiap lini kehidupan. Didalam ilmu Akuntansi terdapat berbagai posedur akuntansi dalam mengelola data menjadi informasi, yang disebut dengan siklus akuntansi. Sebenarnya bukan siklus akuntansi yang akan aku je­laskan dan juga bukan prosedur kerjanya, tetapi, tentang konsep “keseimbangan”(balance) yang ada dalam siklus Akuntansi dan kaitannya dengan kehidupan ini.

Konsep keseimbangan didalam akuntansi sangat diperlukan, karena itu mnjadi perioritas utama dalam siklus akuntansi, seperti: menjurnal harus imbang antara Debet dan Kredit, di Neaca antara Aktiva dan Passiva harus imbang. Kalau tidak, maka siklus akuntansinya bisa dibilang salah.

Seperti yang telah saya katakan, konsep keseimbanganlah yang menjadi perhatianku, maka dari itu saya akan membahas tentang keseimbangan yang ada di alam semesta dan kehidupan. Jika di Akuntansi ada Debet dan Kredit sebagai patokan keseimbanganya dan kedua entitas itu saling melengkapi. Mari kita tarik ke konteks alam semesta dan kehidupan. Segala keja­dian yang terjadi baik itu bersifat materi maupun non materi memiliki titik keseimbangannya.

Disini aku tidak muluk-muluk dalam menjelaskan, tetapi aku mengajak kita semua menatap realita disekeliling kita. Mengapa ada laki-laki dan juga perempaun?, mengapa ada siang dan ada malam?, mengapa ada langit dan ada juga siang?, mengapa ada lautan dan daratan, kanan dan kiri, positif dan negatif, baik dan buruk? Dan banyak lagi contoh real yang bisa kita baca.

Sederhanyanya adalah semua yang ada di alam semesta ini memiliki titik keseimbangan. Jadi wajar bila yang ada di alam ini diciptakan secara berpasang-pasangan. Dan untuk mencapai titik keseimbangan, yang harus ditekankan adalah pembagian porsi yang seimbang pada ke­dua entitas yang berpasngan tadi.

Tulisan ini hanya sebuah pengantar dan insyaallah akan aku lanjutkan lain waktu dan kesem­patan. Terima kasih (Rip)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Galeri Pribadi

Galeri Pribadi
Moment Wisuda